Rentetan Kecelakaan Mobil di Awal 2012

Posted by Zul Rianto On Jumat, 03 Februari 2012 0 komentar
Seluruh umat manusia pasti menginginkan di setiap pergantian tahun, selalu hal-hal yang baik terjadi di tahun baru. Namun yang dialami Indonesia awal tahun 2012 tidak demikian adanya. Berbagai musibah kecelakaan terjadi. Terutama beberapa kecelakaan mobil yang banyak menyebabkan korban tewas dan luka-luka.
Rata-rata kecelakaan di sebabkan oleh kelalaian Pengemudi, baik itu karena mengantuk, maupun akibat menggunakan narkoba dan kelaikan kendaraan. Semoga peristiwa ini bisa dijadikan pembelajaran bagi kita semua.

1. Xenia Maut. Minggu, Minggu 22 Januari 2012


Sembilan orang tewas setelah tertabrak mobil Xenia di Tugu Tani, Jakarta. Seperti apa detik-detik kecelakaan maut ini terjadi?
Keterangan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Dwi Sigit Nurmantyas menyampaikan kronologi kecelakaan maut ini kepada detikcom, Minggu (22/1/2012). Berikut kronologi lengkapnya dari TKP sampai penetapan pengemudi mobil Xenia menjadi tersangka :

Pukul 11.12 WIB.
Kecelakaan terjadi di Jl MI Ridwan Rais arah Tugu Tani, tepatnya depan Gedung Kementerian Perdagangan Jakarta Pusat.
Pengemudi dan penumpang Daihatsu Xenia B 2479 XI usai menghadiri acara di Hotel Borobudur di Lapangan Banteng. Saat itu, pengemudi Xenia memacu kendaraannya hingga 60-70 Km per jam.
Mobil yang dikemudikan Afriyani Susanti (29) berjalan dari arah Hotel Borobudur di Lapangan Banteng menuju Tugu Tani. Di depan Gedung Kemendag, kendaraan oleng kemudian banting setir ke kiri dan menabrak pejalan kaki di trotoar, serta merusak halte bus di depan Gedung Kemendag.

Pukul 12.25 WIB
9 orang korban tabrakan dinyatakan tewas dan dibawa ke RSCM. Sementara itu 5 korban luka-luka dibawa ke RSPAD Gatot Subroto.

9 orang yang meninggal dunia dan dibawa ke RSCM, yaitu:
  1. M. Akbar, 17, laki-laki,
  2. Suyatmi 51, perempuan,
  3. Nur Alfi Fitriasi, 18, perempuan,
  4. Nani Riyani, 23 perempuan,
  5. Yusuf Sigit Prsasetyo, 2,5 th, Laki-laki,
  6. Firmansyah, 17, laki-laki
  7. Buhari, 17, laki-laki
  8. Muhammad Hudzaifah, 16, laki-laki,
  9. Wawan Hermawan, 24, laki-laki

Sedangkan 4 orang yang dirawat di RSPAD Gatot Subroto yaitu:
  1. Keni, 24, laki-laki,
  2. Siti Komariah, 24, perempuan,
  3. Indra, 12, laki-laki,
  4. Adistina Putri Grani (penumpang Xenia), 25, perempuan

Keluarga korban dijanjikan santunan Rp 25 juta dari Jasamarga untuk korban meninggal dunia. Sementara korban yang selamat kemudian dijanjikan perawatan sampai sembuh total.

13.00 WIB
Keluarga korban mulai berdatangan ke RSCM. Diketahui 4 orang yang meninggal berasal dari satu keluarga. Sugiantini, seorang nenek dari Jepara yang sedang berlibur bersama keluarganya dari Monas kehilangan empat anggota keluarganya yaitu Nani yang sedang hamil 3 bulan, adiknya Nani bernama Suyatmi, cucu Sugiantini bernama Yusuf (2,5), dan keponakannya Sugiantini (Fifit Alfia Fitriasih, 18). Hingga pukul 19.00 WIB keempat jenazah masih mengurus proses pemulangan ke Jepara.

Pukul 16.00 WIB.

4 Penumpang Daihatsu Xenia, termasuk pengemudi, menjalani tes urine di RS Polri Kramat Jati. Pengemudi Xenia, Afriyani Susanti (29), sudah menjadi tersangka dan ditahan.

Afriyani Susanti ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 283, 287 ayat 5, Pasal 288, Pasal 310 ayat 1, ayat 2, ayat 3, dan ayat 4. Afriyani langsung ditahan sambil menunggu proses di Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sudarmanto.

3 Rekan tersangka sebagai saksi, yakni Deny Mulyana (30) yang duduk di samping Afriyani, serta penumpang Xenia yang duduk di belakang Adistria Putri Grani (26) dan Arisendi (34). Polda Metro juga memeriksa saksi lain yang ada di lokasi yakni, Suwarto, Ridwan dan Zulhendri.


2. Jazz Maut, Sabtu 28 Januari 2012


Insiden penabrak beruntun asal Makassar, tiba-tiba mencuat. Nama pengemudi HR (14) menjadi buah bibir, setelah bocah tersebut memakai mobil ayahnya, yang merupakan warga Jl Andi Tonro, Perumahan Griya Penamas.

Pengemudi menggunakan mobil Honda Jazz DD 175 UG. Di STNK, nama pemilik mobil adalah M Nadir.

Adapun kronologi kejadian menurut keterangan warga, mobil tersebut terlibat tabrakan pertama kali di Jl Baji Gau, dekat SMP 3, Makassar. Usai terlibat tabrakan di lokasi tersebut, HR lalu mengalami tabrakan kedua di Jl Cendrawasih, dekat Gereja Bukit Zaitun, atau hanya sekitar 100 meter dari kantor Tribun Timur.

Tabrakan ketiga di Jl Dangko, pas di depan kantor redaksi Tribun. Tidak sampai di situ, aksi bocah yang belum lincah mengendarai mobil ini kembali terlibat tabrakan keempat di Hartaco, dan tabrakan terakhir di Jl Dg Tata 1, tak jauh dari kampus UNM Parangtambung.

Setelah tabrakan kelima itu, mobil Jazz tersebut langsung dihancurkan warga. Pelaku kemudian diamankan patroli Polsek Tamalate, Makassar, sementara mobil dijaga Polantas Tamalate sambil menunggu diderek.

Korban yang ditabrak total perkiraan sekitar 15 orang. Sebagian korban dibawa ke RS Haji dan yg RS Bhayangkara, dan rumah sakit terdekat.

3. Kecelakaan beruntun Tol Jagorawi Km 11, Senin 30 Januari 2012

Menurut informasi dari Traffic Management Center Polda Metro Jaya, ada 15 kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di Tol Jagorawi Km 11 ke arah Taman Mini.

Kendaraan-kendaraan yang bertabrakan pada Senin (30/1/2012) pukul 08.15 itu adalah:

  1. Truk Fuso bernomor polisi B 9052 YE
  2. Bus B 7455 BW
  3. Daihatsu Xenia F 1047 HK
  4. Toyota Innova B 1550 KFN
  5. Suzuki B 284 ALI
  6. Mitsubishi L300 B 9821 GG
  7. Toyota Yaris B 8736 Z
  8. Toyota Kijang F 1323 BE
  9. Toyota Yaris F 1630 CH
  10. Nissan Livina B 1768 EFK
  11. Honda Jazz B 1334 VA
  12. Toyota Avanza B 1586 SOX,
  13. Isuzu Phanter F 1577 FQ
  14. Toyota Rush B 1654 NFW
  15. Daihatsu Feroza F 777 DS
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di ruas Tol Jagorawi Km 11+800 ke arah Jakarta pada pagi tadi. Sebanyak 15 kendaraan (sebelumnya 18, tetapi tiga kendaraan kemudian melanjutkan perjalanan) terlibat dalam kecelakaan ini. Penyebab kecelakaan diduga berawal dari rem bus Laju Utama bernomor polisi B 7455 BW yang blong sehingga menyeruduk mobil-mobil di depannya.

4. Avanza Tabrak 6 Warga, Selasa, 31 Januari 2012

Ini adalah kecelakaan sejenis kedua setelah akhir pekan lalu seorang bocah 14 tahun yang mengendarai Hoda Jazz merah menabrak 11 orang di lima lokasi berbeda.
Menurut keterangan saksi, kecelakaan pertama kali terjadi saat mobil dipindahkan dari depan rumah pemiliknya, Anang, ke depan Wisma Hasanuddin di Kampus Unhas Baraya.
"Kejadiannya tiba-tiba. Kami semua kaget karena terdengar suara benturan. Setelah ke lokasi, sudah ada pengendara yang terkapar," kata warga bernama Eny.
Entah mengapa mobil tiba-tiba melaju kencang dan menabrak sepeda motor yang ditumpangi sepasang remaja. Keduanya luka parah dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Akademis Jaury Jusuf Putra. Korban kemudian mendapatan perawatan intensif.
Tak berhenti sampai di situ, mobil kemudian melaju lagi dan menabrak sepeda motor Jupiter MX yang dikendarai seorang pria. Pengendara luka parah dan dilarikan ke RS Stella Maris.
Kemudian Mutti tetap tancap gas dan menabrak lagi satu sepeda motor namun pengendaranya hanya luka ringan.
Kecelakaan berlanjut setelah sepasang suami istri Daeng Nompo-Daeng Intang ikut diseruduk oleh mobil Avanza maut tersebut.
Daeng Intang luka parah dengan patah kaki kanan. Korban juga dilarikan ke RS Stella Maris. Sedangkan sang suami luka di bagian kaki dan wajah namun tak separah istrinya.
Mobil baru berhenti setelah menabrak pohon besar di depan Wisma Hasanuddin. Akibatnya, bagian depan mobil ringsek. Mutti yang juga luka dalam insiden tersebut kemudian dilarikan ke RS Ibnu Sina.

5. Bus Maju Jaya masuk jurang, Kamis, 02 Februari 2012

Bus Maju Jaya masuk jurang di Jalan Raya Malangbong–Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, karena rem tak berfungsi.

Sebelum kecelakaan, bus yang dikemudikan Asep, warga Cikaramas, Subang, diketahui melaju kencang dari arah Garut menuju Sumedang.

Namun saat jalanan menurun di Wado, bus hilangan kendali. Dalam kecepatan tinggi, bus menabrak Colt diesel bernomor polisi E 8705 YA di depannya sebanyak dua kali sebelum menghantam pagar pembatas jalan.

“Tiang pembatas itu patah dan bus meluncur ke jurang sedalam sekira 10 meter,“ ujar Dedi Rohendi, seorang saksi mata, Kamis (2/2/2012).

Menurut dia, kecelakaan itu menyebabkan bus rusak berat.
Kaca depan bus hancur, sebagian bodi ringsek bahkan kemudi bus putus dan terlempar ke jurang. Sebagian besar korban meninggal di lokasi.

”Beberapa saat setelah bus berhenti di dasar jurang, warga mengeluarkan tujuh jenazah,” kata Dedi.

Di antara korban tewas itu terdapat ibu hamil dan seorang bocah yang diperkirakan berumur lima tahun. Proses evakuasi korban berlangsung hingga pukul 20.00 WIB.

Kapolres Sumedang AKBP Arman Achdiat mengatakan berdasarkan penyelidikan, rem bus Maju Jaya tidak berfungsi. ”Sopir bus tidak dapat mengendalikan laju kendaraan sehingga terjadi kecelakaan tersebut,” ujarnya.

Arman menambahkan, sopir bus menderita luka parah sehingga belum dapat dimintai keterangan.” Sopir bus masih menjalani perawatan. Sementara ini kami masih memfokuskan pendataan korban dan meminta keterangan saksi-saksi,” ujarnya.

Korban tewas kecelakaan bus Maju Jaya yang masuk jurang sedalam 20 meter di Kecamatan Wado, Sumedang, Jawa Barat, atau di lereng Gunung Cakrabuana, bertambah menjadi 13 orang. Berikut nama-nama korban tewas kecelakaan tragis tersebut.

  1. Arya, 10 tahun, asal Dusun Garajati 05/01, Desa Girijaya, Kabupaten Tasikmalaya. Meninggal di lokasi kecelakaan. Jenazah sudah dibawa keluarga.
  2. Juned, 65 tahun, asal Dusun Garajati 05/01, Desa Girijaya, Kabupaten Tasikmalaya. Korban meninggal di IGD RSUD Sumedang. Jenazah sudah dibawa keluarga.
  3. Undang Saefuloh, 25 tahun, asal Sukarahayu, Karanganyar, Kabupaten Subang. Korban meninggal di lokasi kejadian. Jenazah sudah dibawa pulang.
  4. Mujahidin, 42 tahun, asal Katomas 11/ 04, Sumbersari, Kabupaten Subang. Korban meninggal di lokasi kecelakaan dan jenazah sudah dibawa pulang.
  5. Maman Sutarman, 47 tahun, asal Dusun Cidadap 38/06, Cimerak, Kabupaten Ciamis. Korban meninggal di lokasi kecelakaan dan jenazah sudah dibawa pulang.
  6. Dede Suherdi, 59 tahun, asal Nagrog, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Korban meninggal di lokasi kejadian dan jenazah sudah dibawa pulang keluarga.
  7. Rosih, 35 tahun, asal Kalipucung, Desa Parapatan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Subang. Korban meninggal lokasi kecelakaan dan jenazah sudah dibawa pulang keluarga.
  8. Tati Haryati, 49 tahunn, asal Sukaratu, Darmaraja. Korban meninggal lokasi kecelakaan dan jenazah sudah dibawa pulang keluarga.
  9. Suhendar, 20 tahun, asal Wado, Kabupaten Subang. Korban meninggal lokasi kecelakaan dan jenazah sudah dibawa pulang keluarga.
  10. Endi, asal Jatinunggal, Wado. Korban meninggal lokasi kecelakaan dan jenazah di kamar jenasah RSUD Sumedang.
  11. Irsan Suryana, asal Tasikmalaya. Korban meninggal lokasi kecelakaan dan jenazah masih di kamar jenasah RSUD Sumedang.
  12. Yeti Komalasari, asal Tasikmalaya. Korban meninggal di IGD dan jenazah masih di kamar jenasah RSUD Sumedang.

Sedangkan korban luka yang dirawat di RSUD Sumedang sebanyak 20 orang, dua di antaranya sudah pulang. Mereka rata-rata mengalami lecet-lecet di tubuh, luka di kepala, patah tulang di lengan, kaki, dan tulang selangka.

Selain itu ada empat korban dirawat di Rumah Sakit Pakuwon. Dua di antaranya sudah pulang. Dua orang juga masih dirawat di Puskesmas Darmaraja. Pada saat kecelakaan, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 38 orang.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar